NABIRE – Ketua Panitia Festival Budaya Pelajar dan Pameran Kriya Papua Tengah 2025, Tomas Zonggonau, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan pada acara pembukaan yang berlangsung di Bandara Lama Nabire, Rabu (3/9/2025).
Dalam laporannya, Zonggonau menjelaskan bahwa festival ini bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, dan kreativitas siswa sekaligus menjadi upaya pelestarian budaya dan tradisi daerah.
“Festival ini untuk menumbuhkan kebanggaan pelajar terhadap budaya lokal Papua Tengah, memberikan ruang ekspresi dan apresiasi seni, serta mempererat persatuan pelajar antar kabupaten melalui kompetisi positif,” kata Zonggonau.
Festival yang berlangsung 3–6 September 2025 ini diikuti sekitar 200 pelajar SMA/SMK dari delapan kabupaten: Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, dan Mimika.
Jenis lomba yang digelar terdiri dari dua cabang, yakni sendra tari dan kriya tradisional. Panitia menyediakan hadiah uang tunai bagi juara umum, juara favorit, serta uang pembinaan untuk seluruh peserta.
Zonggonau juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua Tengah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para sponsor seperti Bank Indonesia, Bank Papua, Bank BRI, Bank Mandiri, dan Telkomsel, serta seluruh guru pendamping dan peserta.
“Kehadiran dan semangat saudara-saudara semua menjadi jiwa dan warna dalam festival ini. Terima kasih juga kepada dewan juri dan panitia yang telah bekerja penuh dedikasi demi kelancaran kegiatan,” tutupnya.(MB)






