Menu

Mode Gelap
Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum) Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah

Headline

Kadis Kominfo Nabire Ingatkan Bahaya Hoaks dan Ajak Masyarakat Jadi Agen Kebenaran

Etty Welerbadge-check


					Kadis Kominfo Nabire Ingatkan Bahaya Hoaks dan Ajak Masyarakat Jadi Agen Kebenaran Perbesar

NABIRE – Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nabire, Yermias Degei, S.Pd., M.I.Kom., mengeluarkan seruan penting kepada masyarakat agar mewaspadai maraknya hoaks dan disinformasi yang mengancam stabilitas sosial dan politik di daerah.

Ajakan ini sejalan dengan pernyataan Bupati Nabire, Mesak Magai, dalam apel gabungan sebelumnya, yang menegaskan bahwa hoaks dapat memecah belah masyarakat serta melemahkan etika pelayanan publik.

“Informasi kini menyebar dalam hitungan detik. Banyak yang tidak sadar bahwa informasi yang mereka bagikan belum tentu benar. Satu klik bisa membuat kabar bohong merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, memicu kepanikan, bahkan konflik,” ujar Yermias, Senin (1/9/2025).

Menurutnya, hoaks bukan sekadar kabar palsu, tetapi bisa menjadi alat manipulasi politik dan senjata perpecahan. Ia mencontohkan peristiwa di Papua ketika isu penculikan anak sempat memicu kepanikan massal dan menimbulkan korban jiwa.

“Kalau kita tidak waspada, bukan tidak mungkin peristiwa serupa bisa terulang. Masyarakat tidak boleh mudah terpancing hanya karena video atau foto yang beredar tanpa konteks,” tegasnya.

Jenis hoaks yang beredar, lanjutnya, sangat beragam—mulai dari isu politik, agama, keamanan, pendidikan, hingga kesehatan. Yang paling berbahaya adalah hoaks bermuatan SARA yang berpotensi merusak kohesi sosial di daerah yang majemuk seperti Nabire.

Yermias juga menyoroti kemunculan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang melahirkan ancaman baru seperti deepfake dan konten sintetis. Hal ini, menurutnya, semakin berbahaya bagi masyarakat yang belum memiliki literasi digital kuat.

“Hoaks sekarang bukan hanya tulisan atau gambar, tapi bisa berupa video dan suara yang seolah-olah berasal dari tokoh publik padahal palsu. Di sinilah pentingnya literasi digital yang berkelanjutan,” jelasnya.

Untuk menangkal hoaks, Dinas Kominfo Nabire menyiapkan sejumlah strategi, antara lain:

* Kampanye Literasi Digital di sekolah, gereja, dan komunitas lokal.
* Pelatihan ASN dan Perangkat Kampung sebagai agen informasi yang mampu mendeteksi hoaks.
* Kolaborasi dengan media lokal dan influencer digital untuk menyebarkan informasi faktual.
* Sosialisasi UU ITE dan penegasan sanksi hukum bagi penyebar hoaks.

“Kami percaya, ketika masyarakat diberi akses informasi yang benar serta diedukasi dengan pendekatan partisipatif, hoaks tidak akan punya tempat di Nabire,” ujar Yermias.

Seruan Bersama

Di akhir keterangannya, Yermias mengajak seluruh lapisan masyarakat Nabire untuk menjaga ruang digital tetap sehat.

“Mari kita bersatu menjaga kedamaian. Jangan mudah percaya, jangan mudah terprovokasi. Jadilah agen penyebar kebenaran, bukan penyebar ketakutan,” pungkasnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban

8 Desember 2025 - 05:17 WIB

Apel gabungan di monas 1765161864707 169

DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta

7 Desember 2025 - 22:46 WIB

1001433151 2759921897

Momen Natal, OPM Dilarang Masuki Puncak Papua Tengah

7 Desember 2025 - 20:37 WIB

Img 20251207 wa0073

Lilin, Doa, dan Tarian Lapago: Identitas Budaya Menyatu dalam Peringatan HUT Ke-11 ULMWP di Jayapura

7 Desember 2025 - 20:33 WIB

Img 20251207 wa0065

Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana

7 Desember 2025 - 03:45 WIB

Whatsapp image 2025 12 07 at 12.44.46
Trending di News