Menu

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah Waket DPR Papua Tengah John Gobai Desak Penyediaan Sekolah, Puskesmas, dan Transportasi Umum di Perbatasan Mimika-Deiyai Kunjungan Kanonik Perdana Uskup Timika di Agimuga Disambut Meriah oleh Seribuan Umat Katolik Suku Amungme 80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Diduga Terjadi Pengeboman Oleh Aparat di Maybrat, LP3BH Manokwari Desak Komnas HAM dan Dewan HAM Internasional Bertindak Ketua DPD RI Optimistis Surpres RUU Daerah Kepulauan Terbit Pekan Ini: Keadilan Fiskal Harus Berlayar!

News

LaNyalla: Amuk Massa Jadi Momentum Prabowo Dengarkan Suara Rakyat

adminbadge-check


					LaNyalla: Amuk Massa Jadi Momentum Prabowo Dengarkan Suara Rakyat Perbesar

Jakarta – Peristiwa amuk massa yang terjadi kemarin menjadi momentum penting bagi Presiden Prabowo Subianto untuk mendengarkan suara asli rakyat. Suara yang lahir dari kekecewaan terhadap pernyataan, kebijakan, dan perilaku sebagian penyelenggara negara yang dianggap menyakiti hati masyarakat.

“Bangsa ini sejatinya adalah bangsa yang memiliki nilai-nilai luhur. Moral dan etika harus menjadi filter utama. Sesuatu yang tidak dilarang bukan berarti boleh dilakukan, karena bisa jadi hal itu justru melukai hati rakyat yang kini semakin terhimpit oleh kesulitan ekonomi,” tegas Anggota DPD RI sekaligus Ketua DPD RI ke-5, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Sabtu (30/8/2025).

LaNyalla mengingatkan, nilai-nilai luhur bangsa mulai terkikis sejak amandemen konstitusi 1999–2002. Menurutnya, perubahan tersebut membuat kedaulatan rakyat tidak lagi berada di tangan MPR sebagai penjelmaan seluruh rakyat, melainkan berpindah ke partai politik dan presiden terpilih.

“Semangat kolektivisme yang sejak dulu menjadi ciri bangsa ini perlahan hilang, digerus oleh individualisme. Gaya hidup santun berganti dengan hedonisme. Kecintaan kepada negeri pun bergeser menjadi pemujaan terhadap komoditas dan kelompok,” ujarnya.

Ia menegaskan, bila pernyataan maupun kebijakan penyelenggara negara yang terbukti melukai rakyat tidak ditertibkan, maka upaya Presiden untuk membawa Indonesia menuju kedaulatan dan kebangkitan hanya akan menjadi paradoks. “Injustice hanya akan menghasilkan civil unrest,” katanya.

Karena itu, LaNyalla mendorong Presiden Prabowo membuka pintu istana untuk mendengar langsung aspirasi rakyat. “Undang kelompok masyarakat yang memiliki akal sehat, kejujuran, dan nurani. Ajak juga para ketua umum partai politik di Senayan, lalu umumkan sesuatu yang bisa melegakan hati rakyat,” ujarnya.

LaNyalla menilai Prabowo memiliki niat baik untuk memutar kemudi kapal besar Indonesia kembali ke jalan yang benar. Ia mengaku telah membaca buku Paradoks Indonesia karya Prabowo, yang menunjukkan keinginan kuat untuk menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 dalam semangat patriotisme.

“Untuk itu, Presiden harus didukung dengan sistem bernegara yang mengembalikan kedaulatan sepenuhnya ke tangan rakyat. Kita harus kembali ke Pancasila, sekaligus mengoreksi sistem liberal yang terbukti tidak cocok bagi negara kepulauan ini,” tegasnya.

Sebagai penutup, LaNyalla mengutip bait lagu “Negeriku” karya Iwan Fals sebagai pengingat moral bagi bangsa:

Bersih, bersih, bersih, bersihlah negeriku /

Malu, malu, malu, malulah hati /

Kotornya teramat gawat, ya kotornya sangat /

Inilah amanat yang menjadi keramat //

 

 

Jakarta, 30 Agustus 2025

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

Anggota DPD RI, Ketua DPD RI ke-5

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Musdat LMHA Dinilai Tidak Sesuai Mekanisme dan Prosedur Mekanisme, Lemasko Pimpinan Gerry Minta Dibatalkan

5 Desember 2025 - 10:59 WIB

Img 20251204 wa0021

Yohanes Yance Boyau Terpilih  dan Dikukuhkan Jadi Weyaiku Pertama LMHA Suku Kamoro/Mimikawe

5 Desember 2025 - 10:54 WIB

20251204 174919

LPPD Papua Tengah Gelar Rapat Konsultasi Persiapan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional 2026

5 Desember 2025 - 09:11 WIB

Img 20251205 wa0213

Menuju Kepastian Hak Ulayat: Papua Tengah Bahas Standar Kompensasi Hasil Hutan

5 Desember 2025 - 09:05 WIB

Img 20251205 wa0206

Pemprov Papua Tengah Gelar Sosialisasi Persiapan Perhitungan IDI 2025, Ukago: Instrumen Strategis Menilai Kualitas Demokrasi Daerah

5 Desember 2025 - 08:11 WIB

Img 20251205 wa0192
Trending di Headline