Menu ✖

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah di ASEAN

News

24 Jam Mencekam: Rumah Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya Diserbu Massa

adminbadge-check


					24 Jam Mencekam: Rumah Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya Diserbu Massa Perbesar

JAKARTA – Dalam kurun waktu 24 jam, tiga rumah anggota DPR RI, yakni Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya, menjadi sasaran amuk massa. Gelombang kemarahan publik itu berlangsung sejak Sabtu (30/8/2025) sore hingga Minggu (31/8/2025) dini hari.

Insiden pertama terjadi di rumah Ahmad Sahroni, anggota DPR dari Fraksi NasDem di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sejumlah warga dilaporkan menyerbu dan menjarah berbagai barang berharga, bahkan merusak mobil mewah yang terparkir di garasi. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan massa membawa kabur benda hingga peralatan dapur mewah milik Sahroni.

Tak berhenti di situ, massa kemudian bergerak ke kediaman dua anggota DPR dari Fraksi PAN, Eko Patrio dan Uya Kuya. Penyerangan berlangsung bergantian pada Sabtu malam.

Di rumah Eko Patrio, warga terlihat membawa keluar sejumlah barang. Sementara itu, di rumah Uya Kuya, massa yang berjubel berhasil masuk hingga ke lantai atas. Suara teriakan “Hancurin!” terdengar, diikuti pecahnya meja kaca dan perabot lainnya.

Rangkaian aksi ini diduga dipicu kekecewaan publik terhadap sikap sejumlah anggota DPR. Sebelumnya, Eko Patrio dan Uya Kuya menuai kritik setelah video mereka berjoget di Sidang MPR pada 15 Agustus 2025 viral. Ahmad Sahroni pun sempat jadi sorotan karena melontarkan pernyataan yang dinilai tidak pantas di ruang publik.

Kemarahan masyarakat makin memuncak ketika aksi joget itu dikaitkan dengan isu kenaikan gaji dan tunjangan DPR di tengah kondisi ekonomi sulit. Meski Eko Patrio dan Uya Kuya sudah menyampaikan permintaan maaf, hal itu tidak cukup meredakan amarah warga.

Publik menuntut adanya perubahan sikap, empati, dan tanggung jawab lebih besar dari para pejabat di tengah situasi sulit yang dihadapi bangsa.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Festival Budaya Mimika Hidupkan Kembali Warisan Amungme-Kamoro

5 Oktober 2026 - 13:10 WIB

IMG 20261005 WA0038

Uskup Hilarion Ajak Umat Katolik di Fakfak Jaga Lingkungan dan Hindari Pembakaran Sembarangan

5 Oktober 2026 - 13:05 WIB

IMG 20261005 WA0035

OTK Bersenjata Parang dan Pisau Serang Pasutri di Paniai, Polisi Buru Pelaku

5 Oktober 2026 - 13:00 WIB

IMG 20261005 WA0032

Sopir Kadis Dukcapil Dogiyai Dibacok OTK, Polisi Kejar Pelaku

5 Oktober 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261005 WA0030

HUT ke-81 TNI, Dandim Mimika Tekankan Disiplin, Netralitas dan Kepedulian

5 Oktober 2026 - 12:14 WIB

IMG 20261005 WA0029
Trending di Headline