NABIRE – Ketua TP-PKK Provinsi Papua Tengah, Ny. Nurhaidah Meki Nawipa melakukan kunjungan ke komunitas literasi Ko’Membaca pada Jumat (22/8/2025) pukul 13.21 WIT.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah provinsi atas upaya Ko’Membaca dalam menumbuhkan budaya literasi dan menyediakan layanan pendidikan bagi anak-anak, khususnya pengungsi dari Kabupaten Puncak.
Pendiri Ko’Membaca, Mis Murib, menjelaskan bahwa sebagian besar anak-anak yang dibina adalah korban konflik dari Kabupaten Puncak, menyusul tragedi mutilasi terhadap almarhumah Tarina Murib pada 3 Maret 2023, yang memaksa dua distrik mengungsi. Hingga kini, sudah tiga tahun mereka belum dapat kembali ke kampung halaman.
“Jumlah anak-anak yang kami dampingi ada 211 orang, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK, hingga mahasiswa. Ada juga yang sama sekali belum bersekolah. Hampir semuanya adalah korban konflik yang terlantar dari pendidikan. Karena itu, kami berusaha menyediakan buku bacaan dan layanan pendidikan,” jelas Mis Murib.
Ia menegaskan, kunjungan pejabat Papua Tengah membawa harapan baru.
“Anak-anak ini adalah aset bangsa Papua. Mereka butuh perhatian serius”, tegasnya.
Ko’Membaca dikenal sebagai komunitas literasi yang konsisten menggerakkan minat baca di Nabire. Meski dengan fasilitas terbatas, para relawan tetap berkomitmen menghadirkan ruang belajar yang nyaman, kreatif, dan inklusif bagi anak-anak pengungsi.
Relawan Ko’Membaca, Dei Murib berharap janji pembangunan dua unit PAUD bisa menjadi tonggak baru.
“Kami percaya bahwa investasi pendidikan anak usia dini adalah fondasi masa depan Papua yang lebih cerah,” ujarnya.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi baru bagi Ko’Membaca untuk terus melayani anak-anak pengungsi dan generasi muda Papua. (MB)






