Menu

Mode Gelap
Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum) Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah

Headline

Gangguan Telkomsel dan IndiHome di Papua, DPR Papua Tengah Desak Evaluasi Serius

Etty Welerbadge-check


					Gangguan Telkomsel dan IndiHome di Papua, DPR Papua Tengah Desak Evaluasi Serius Perbesar

NABIRE – Layanan broadband 4G Telkomsel dan jaringan IndiHome mengalami gangguan serius di sejumlah wilayah Papua Selatan dan Papua Tengah sejak Sabtu (16/8). Telkomsel melalui General Manager Region Network Operations and Productivity Telkomsel Maluku dan Papua, Yasrinaldi, menyampaikan permohonan maaf atas penurunan kualitas layanan tersebut yang berdampak pada pelanggan di Merauke, Mimika, Mappi, Asmat, Boven Digoel, Nabire, Deiyai, Dogiyai, Paniai, Kaimana, Waropen, serta Kepulauan Aru.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua II DPR Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus Izaach Suripatty, M.Si, menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai persoalan ini seharusnya tidak boleh terus berulang mengingat perkembangan teknologi saat ini semakin maju.

“Ini ironi sekali, sehingga muncul juga guyonan di dunia maya soal kualitas layanan ini. Saya sendiri bertanya-tanya, teknologi seperti apa yang digunakan sampai bisa terjadi gangguan sebesar ini. Ada pihak yang bahkan menduga jangan-jangan kabel yang dipakai itu kabel bekas atau berkualitas rendah,” ujar Suripatty, Selasa (19/8).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat, dirinya mendesak pihak terkait untuk lebih profesional dalam menangani masalah jaringan telekomunikasi di Papua tengah.

“Saya turut prihatin, dan saya pikir pihak yang bertanggung jawab harus bekerja lebih profesional. Masa kita harus kembali ke kondisi beberapa tahun lalu, ketika orang yang sudah melek internet kini merasa dibatasi hanya karena gangguan jaringan. Padahal kita tahu, satelit-satelit begitu banyak di angkasa, apakah tidak bisa dimanfaatkan untuk memperkuat jaringan di Papua?” tambahnya.

Suripatty juga berencana mendorong agar persoalan ini dibahas lebih serius di tingkat legislatif. Ia menegaskan pentingnya DPR Papua Tengah bersama DPR RI, khususnya komisi terkait, memanggil dinas dan pihak penyedia layanan telekomunikasi untuk mempertanyakan penyebab sekaligus mencari solusi jangka panjang. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban

8 Desember 2025 - 05:17 WIB

Apel gabungan di monas 1765161864707 169

DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta

7 Desember 2025 - 22:46 WIB

1001433151 2759921897

Momen Natal, OPM Dilarang Masuki Puncak Papua Tengah

7 Desember 2025 - 20:37 WIB

Img 20251207 wa0073

Lilin, Doa, dan Tarian Lapago: Identitas Budaya Menyatu dalam Peringatan HUT Ke-11 ULMWP di Jayapura

7 Desember 2025 - 20:33 WIB

Img 20251207 wa0065

Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana

7 Desember 2025 - 03:45 WIB

Whatsapp image 2025 12 07 at 12.44.46
Trending di News