Oleh: John NR Gobai, Anggota DPR Papua Tengah
Pengantar
Papua Tengah diberkahi kekayaan alam yang melimpah, khususnya air. Kita memiliki sejumlah danau, sungai, dan air terjun yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Sebut saja Danau Paniai, Danau Tigi, dan Danau Tage, serta sungai-sungai seperti Mapiya, Kali Bumi, dan air terjun Bihewa. Potensi-potensi ini, setelah melalui survei yang komprehensif, dapat dikembangkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Selama ini, kita terlalu bergantung pada BBM. Ketergantungan ini membuat ketersediaan energi sangat rentan, terutama saat jalur darat terganggu atau rusak. Kondisi ini sering kali menimbulkan masalah besar, padahal ada potensi air yang bisa menjadi solusi permanen.
Langkah Strategis dan Regulasi
Pemerintah perlu mengambil langkah inovatif untuk mengelola potensi sumber daya air ini. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 Tahun 2015 tentang Pembelian Energi Listrik dari PLTA oleh PLN. Regulasi ini memungkinkan badan usaha untuk mengelola PLTA dan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) hingga 10 MW, yang kemudian listriknya dapat dijual ke PLN.
Membangun BUMD Sektor Ketenagalistrikan
Untuk mewujudkan kemandirian energi, langkah penting berikutnya adalah membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor ketenagalistrikan, sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2014. BUMD ini bisa dibentuk dalam format Perseroan Daerah (Perseroda) yang melibatkan beberapa kabupaten, PLN, atau Badan Usaha Milik Swasta (BUMS).
Melalui Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyertaan Modal, dana dan peralatan yang disetorkan dapat dihitung sebagai saham. Dengan demikian, hasil penjualan listrik akan dibagi antara PLN dan pemerintah kabupaten, menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pembentukan BUMD juga sangat strategis untuk mengatasi masalah distribusi listrik di Papua Tengah, di mana pola pemukiman penduduk yang tersebar menyulitkan instalasi jaringan PLN. BUMD dapat membangun PLTMH di daerah-daerah terpencil, sehingga program elektrifikasi bisa berjalan lebih cepat dan merata.
Penutup
Pembangunan PLTA adalah kunci masa depan Papua Tengah. Namun, proyek ini harus didukung oleh semua pihak. Pemerintah harus berkomunikasi dengan baik dengan masyarakat pemilik tanah, menjelaskan manfaat jangka panjang dari proyek ini. Sebaliknya, saya berpesan kepada masyarakat: listrik adalah kebutuhan dasar kita. Dukunglah pembangunan PLTA ini dan sampaikan aspirasi Anda kepada pemerintah dengan cara yang baik. Dengan sinergi ini, cita-cita kemandirian energi di Papua Tengah akan terwujud.











