Menu

Mode Gelap
Percepat Respons Negara, Anggota Dewan Papua Tengah Temui DPD RI Bawa Aspirasi Lintas Sektor Mendagri dan Komite I DPD RI Evaluasi Isu Strategis Daerah: Fokus pada Kesiapan Fiskal DOB dan Percepatan Pembangunan Papua Natalius Pigai Bertekad Jadikan Indonesia Presiden Dewan HAM PBB, Targetkan Perubahan Tatanan Dunia Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana

Headline

Pemprov Papua Tengah Luncurkan Program Sekolah Gratis, 124 SMA dan SMK Jadi Sasaran

Etty Welerbadge-check


					Pemprov Papua Tengah Luncurkan Program Sekolah Gratis, 124 SMA dan SMK Jadi Sasaran Perbesar

NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi meluncurkan Program Pendidikan Sekolah Gratis yang berlaku bagi seluruh siswa SMA dan SMK di wilayah Papua Tengah.

Program ini menjadi langkah strategis Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Wakil Gubernur Deinas Geley untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus meringankan beban biaya sekolah bagi orang tua.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menjelaskan Program ini dilatarbelakangi oleh sejumlah data penting, mulai dari masih rendahnya angka partisipasi sekolah, tingginya jumlah anak putus sekolah, hingga banyaknya siswa dari daerah konflik yang kesulitan melanjutkan pendidikan.

“ Selain itu, faktor ekonomi juga menjadi salah satu kendala utama, karena banyak orang tua tidak mampu membiayai kebutuhan pendidikan anak mereka,” ujar Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat peluncuran sekolah gratis bagi SMA SMK usai upacara HUT RI di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Minggu, (17/8/2025).

Gubernur mengatakan Melalui program ini, sebanyak 124 sekolah tingkat SMA dan SMK akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah provinsi Papua Tengah.

“ Rinciannya yakni 31 SMA Negeri, 40 SMA Swasta, 17 SMK Negeri, dan 36 SMK Swasta,” katanya.

Kategori siswa yang menjadi prioritas meliputi anak dari daerah konflik (seperti Puncak Jaya dan Intan Jaya), anak yatim piatu, siswa berkebutuhan khusus (ABK), serta siswa dari keluarga tidak mampu maupun siswa berasrama.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurihaidah menambahkan, pembiayaan yang sebelumnya dibebankan kepada orang tua kini ditanggung pemerintah.

“ Komponen yang dibiayai mencakup: Dana komite dan SPMB untuk sekolah negeri maupun swasta, Gaji guru pada sekolah swasta serta guru honorer sekolah negeri dan Kebutuhan pribadi siswa tertentu sesuai kebijakan,” tambah Nurhaidah.

Ia berharap Melalui program ini angka kelulusan SMP yang melanjutkan ke SMA/SMK semakin meningkat, angka putus sekolah berkurang, serta menekan jumlah siswa yang tidak melanjutkan pendidikan pada jenjang kelas X, XI, dan XII.

“ Pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas SDM Papua Tengah. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak kita tidak lagi terhambat oleh biaya sekolah,” tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaidah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Percepat Respons Negara, Anggota Dewan Papua Tengah Temui DPD RI Bawa Aspirasi Lintas Sektor

13 Desember 2025 - 01:23 WIB

Serakah aspirasi ke dpd

Workshop Penguatan Dekranasda dan Pelatihan Kerajinan Mimika Resmi Bergulir

12 Desember 2025 - 13:44 WIB

Img 20251212 wa0099

Akhir Tahun Penuh Kepedulian: TP-PKK Mimika Gelar Layanan Kesehatan dan Berbagi Kasih di Posyandu Kasana

12 Desember 2025 - 13:35 WIB

Img 20251212 wa0106

Kakanwil Kemenag Papua Audiensi dengan Gubernur, Bahas Dukungan Program Keagamaan hingga Rencana Embarkasi Haji

12 Desember 2025 - 13:29 WIB

Img 20251212 wa0058

Ditjen Bimas Kristen dan Katolik Gelar Festival Kasih Nusantara Bersama Kemenag di TMII 

12 Desember 2025 - 13:12 WIB

Img 20251212 wa0045
Trending di Headline