UTA, TIMIKA — Pemerintah Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat. Pada tahun 2025 ini, pemerintah distrik membangun 1 unit “Gudang Ilmu” yang difungsikan sebagai pusat belajar, baca, dan kegiatan edukatif masyarakat di wilayah tersebut.
Pembangunan gudang ilmu ini berlokasi di sebelah bangunan Puskesmas Wania, di Kampung Uta dan ditargetkan selesai tahun ini. Fasilitas ini nantinya akan dilengkapi dengan buku bacaan anak-anak dan guru untuk mendukung pembelajaran.
Kepala Distrik Mimika Barat Tengah, Lukas Muyapa menyatakan bahwa pembangunan gudang ilmu merupakan bagian dari upaya menciptakan akses pendidikan informal yang merata dan inklusif, terutama bagi generasi muda di kampung-kampung.
Lukas menjelaskan, pada tahun 2024 lalu Pemdistrik mengajukan pembangunan Gudang Ilmu lewat Musrenbang dan telah disetujui.
“Kami dapat satu bangunan gudang ilmu. Mengingat di Kampung Uta sudah ada 1 SMP dan 2 SD, sehingga perlu adanya perpustakaan. Sehingga setelah selesai belajar atau saat ada pelajaran yang kosong, anak-anak bisa diarahkan ke Perpustakaan atau gudang ilmu untuk membaca,” katanya.
Tujuannya gudang ilmu menurut Lukas, agar anak-anak bisa banyak membaca dan guru mendapat tambahan materi pelajaran. Kedepan kalau sudah bangun, maka Guru harus kawal murid ke gudang ilmu untuk belajar disana.
“Pembangunannya sudah mulai dikerjakan. Untuk tanah tidak ada masalah, karena orang tua-tua sudah serahkan kepada pemerintah. Jadi tanah sudah dibebaskan,” tambah Lukas.
Gudang ilmu dibangun tepat disebelah bangunan Puskesmas Wakia, di Kampung Uta. Lukas ingin agar anak-anak dan masyarakat di distrik ini punya tempat yang nyaman untuk belajar, membaca, dan berkembang. Gudang ilmu ini milik bersama dan akan dikelola secara partisipatif oleh masyarakat.
Program ini juga melibatkan tokoh pendidikan, pemuda, serta para relawan literasi yang ada di Mimika Barat Tengah. Ke depan, gudang ilmu akan menjadi tempat pelatihan, diskusi, dan kegiatan kreatif masyarakat seperti baca bersama anak.
Harapanya selain gudang ilmu, kedepan juga sebagai Kadistrik, minta ada bangun SMA Negeri di UTA. Alasanya ada 4 SMP di tetangga dan dan Mimika barat tengah yang mendukung dibukanya satu SMA.
Tahun 2026 kalau bisa ada di SMA disekitar sini. Karena dibagian barat ini, setelah lulus SMP, banyak anak-anak tidak lanjut ke SMA karena harus naik ke kota. Harapanya ini sangat membantu anak sekolah. Semoga bisa digunakan dan bermanfaat bagi anak-anak dan pendidikan disana. (Etty Wellerubun)






