TIMIKA – Kejadian di KM 126 Kampung Aibore Distrik Sirowo Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah Rabu (13/08/2025) yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap dua personel Brimob Batalion C Pelopor Nabire mendapati tanggapan serius dari sejumlah pihak.
Salah satunya anggota Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mochammad Choirul Anam.
“Kami turut berbelasungkawa atas peristiwa tadi yang pada akhirnya dua nyawa gugur dalam tugas,” ucap Choirul Anam.
Oleh karena itu dirinya mengajak semua pihak untuk mencari jalan-jalan damai yang jauh dari berbagai tindakan kekerasan.
“Karena apapun dinamika yang terjadi di Papua, ketika pilhannya adalah jalan damai maka yang akan mendapatkan manfaat adalah masyarakat Papua sendiri. Jadi kalau ada masalah kekerasan seperti ini, yang rugi juga masyarakat Papua juga bukan hanya yang gugur,”kata Choirul Anam.
Disampaikannya bahwa dari informasi yang diterima ke dua personel yang gugur itu sedang melaksanakan pengamanan dilokasi pengerjaan jalan.
“Kalau seperti inikan bisa mengganggu infrastruktur dan sebagainya. Oleh karena itu sekali lagi kami mengajak agar peristiwa ini tidak terjadi kembali. Perlu dilakukan pendekatan perdamaian, dialog dan sebagainya untuk kesejahteraan dan keamanan masyarakat Papua itu sendri,”ujarnya.
Menurut Choirul Anam, dengan adanya peristiwa ini menjadi refleksi bersama, dan diharapkan semua bahu membahu agar pembangunan di Papua bisa berjalan dengan lancar. Salah satunya adalah masyarakat harus melindungi dan menghormati petugas keamanan khususnya kepolisian.
Perlu diketahui, berdasarkan informasi yang diperoleh, dua personel Brimob Batalion C Pelopor Nabire yang gugur di KM 126 Kampung Aibore Distrik Sirowo Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah Rabu (13/08/2025) yakni Brigadir Arif Ardiansyah dan Bripda Nelson Runaki. (IT)






