Menu

Mode Gelap
Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum) Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah

Headline

Bupati Resmikan SIM-RS dan Ruang PICU RSUD Nabire

Etty Welerbadge-check


					Bupati Resmikan SIM-RS dan Ruang PICU RSUD Nabire Perbesar

NABIRE — Pemerintah Kabupaten Nabire resmi meluncurkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS) sekaligus meresmikan ruang Perawatan Intensif Anak (PICU) di BLUD RSUD Nabire. Peresmian ini dihadiri langsung oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, bersama jajaran pimpinan daerah dan tenaga medis.

Dalam sambutannya, Bupati Mesak Magai menegaskan bahwa penerapan SIM-RS merupakan langkah strategis untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Nabire. Sistem ini akan memantau seluruh aspek layanan, mulai dari data pasien, ketersediaan tempat tidur, hingga pengelolaan keuangan dan kerjasama dengan BPJS.

“Melalui SIM-RS, semua pelayanan akan termonitor, bukan hanya oleh pihak internal rumah sakit tetapi juga oleh masyarakat. Transparansi ini penting untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan maksimal,” ujar Mesak Magai dalam sambutannya Senin, (11/8/2025)

Bupati juga menyampaikan bahwa dengan adanya ruang PICU, RSUD Nabire kini dapat menangani kasus-kasus kritis pada anak tanpa harus dirujuk ke luar daerah. Ia berharap fasilitas baru ini dapat menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Selain itu, Bupati menyoroti pentingnya pembenahan manajemen dan sumber daya manusia di RSUD Nabire. Ia mengumumkan bahwa kontrak tenaga non-medis akan dievaluasi, dan pihak ketiga yang dinilai bermasalah akan dihentikan.

“Saya ingin pelayanan benar-benar maksimal. Jika ada pihak yang menghambat, akan diganti. Kita fokus pada kesejahteraan tenaga medis dan peningkatan pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga meminta seluruh tenaga medis dan manajemen rumah sakit untuk menghindari kesalahan diagnosis dan memastikan pelayanan berbasis data yang akurat melalui SIM-RS. Menurutnya, sistem ini akan mempermudah pengawasan oleh pemerintah daerah maupun provinsi.

“Dengan SIM-RS, saya bisa memantau langsung berapa pasien yang dirawat, jenis penyakitnya, lama perawatan, dan sumber pembiayaannya. Semua akan tercatat secara transparan,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Mesak Magai menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis, manajemen RSUD, dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan inovasi pelayanan kesehatan ini. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban

8 Desember 2025 - 05:17 WIB

Apel gabungan di monas 1765161864707 169

DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta

7 Desember 2025 - 22:46 WIB

1001433151 2759921897

Momen Natal, OPM Dilarang Masuki Puncak Papua Tengah

7 Desember 2025 - 20:37 WIB

Img 20251207 wa0073

Lilin, Doa, dan Tarian Lapago: Identitas Budaya Menyatu dalam Peringatan HUT Ke-11 ULMWP di Jayapura

7 Desember 2025 - 20:33 WIB

Img 20251207 wa0065

Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana

7 Desember 2025 - 03:45 WIB

Whatsapp image 2025 12 07 at 12.44.46
Trending di News