NABIRE – Dalam upaya mempercepat reformasi birokrasi dan meningkatkan layanan publik, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H., resmi melantik Silwanus Soemoele sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Tengah. Acara pelantikan berlangsung khidmat di Aula Kantor Gubernur Papua Tengah, Jalan Merdeka, Nabire. Rabu, (18/03/2025).
Pelantikan ini didasarkan pada Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.2.6/1764/SC, yang menegaskan pergantian kepemimpinan di tingkat sekretariat daerah untuk mendorong akselerasi pembangunan di Papua Tengah.
Fokus Pendidikan Gratis
Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa tidak boleh ada dualisme kepemimpinan di lingkungan Sekretariat Daerah. Ia menekankan bahwa Pj Sekda yang baru harus langsung bekerja dan membantu menjalankan program prioritas pemerintah, terutama di sektor pendidikan.
“Hari ini tidak ada lagi dua sekda. Bapak adalah sekda. Laksanakan tugas dengan baik dan bantu saya mempercepat program-program prioritas, khususnya pendidikan gratis,” tegasnya.
Gubernur juga memberikan arahan kepada Pj Sekda agar segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan menggandeng sekolah mitra, seperti Sekolah Pelita Harapan, Papua Harapan, Fly, Serafim, dan Jesuit, untuk menyusun strategi pendidikan gratis di Papua Tengah.
“Mereka harus memberikan masukan bagaimana kita mewujudkan sekolah gratis di Papua Tengah. Jika tidak bergerak cepat, akan ada pergantian pejabat,” ujarnya dengan nada serius.
Birokrasi yang Transparan & Berbasis Merit System
Selain menyoroti pendidikan, Gubernur Nawipa juga menekankan pentingnya penerapan merit system dalam birokrasi. Ia meminta seluruh jajaran pemerintahan bekerja profesional, mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, dan tidak terjebak dalam politik jabatan.
Pihaknya juga mendorong percepatan revisi anggaran serta pemerataan pembangunan di pulau, pesisir, lembah, dan pegunungan.
“Kita bekerja total untuk rakyat. Tidak ada yang abadi di dunia ini, jabatan pun bergilir. Yang penting, kita melayani dengan hati,” katanya.
Mendatangkan Pengajar dari Luar Negeri
Sebagai bagian dari reformasi pendidikan, Gubernur mengusulkan pendekatan baru. Alih-alih mengirim siswa ke luar negeri, ia ingin mendatangkan pengajar berkualitas dari luar negeri ke Papua Tengah.
“Kita tidak kirim anak-anak ke luar negeri, tapi kita datangkan pengajar dari luar negeri ke Nabire dan Timika,” tandasnya.
Gubernur juga meminta perguruan tinggi dan yayasan pendidikan, seperti YPK, YPPG, dan YAPIS, untuk menyusun konsep pendidikan gratis yang bisa dikolaborasikan dengan program pemerintah daerah.
Misi Besar untuk Masa Depan Papua Tengah
Di penghujung sambutannya, Gubernur Nawipa menegaskan bahwa periode kepemimpinannya adalah momentum penting untuk menciptakan fondasi pembangunan yang kuat bagi rakyat Papua Tengah.
“Sekali hidup, sekali berkarya. Jangan sampai menyesal. Mari bekerja total untuk membangun Papua Tengah demi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan yang tegas dan visi besar, Gubernur Meki Nawipa berkomitmen menghadirkan perubahan nyata bagi Papua Tengah, terutama dalam menciptakan pendidikan berkualitas dan gratis bagi semua anak Papua. (Redaksi)






