Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

DPR Sahkan Revisi UU TNI, Mahasiswa Turun ke Jalan

adminbadge-check


					Massa membentangkan spanduk menolak revisi UU TNI di depan Gedung DPR, Kamis (20/03) Perbesar

Massa membentangkan spanduk menolak revisi UU TNI di depan Gedung DPR, Kamis (20/03)

JAKARTA – Meskipun mendapat penolakan dari berbagai kalangan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tetap mengesahkan revisi Undang-Undang (UU) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam rapat paripurna yang digelar pada Kamis (20/3) pagi. Keputusan ini memicu reaksi keras dari mahasiswa dan aktivis prodemokrasi yang mengancam akan menggelar demonstrasi di berbagai kota.

Dalam sidang paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPR, Puan Maharani, seluruh fraksi menyatakan persetujuan terhadap revisi tersebut. “Apakah dapat disetujui Rancangan UU TNI menjadi UU?” tanya Puan, yang kemudian disambut dengan teriakan “Setuju!” oleh mayoritas anggota DPR yang hadir.

Namun, di luar gedung DPR, aksi protes sudah berlangsung sejak pagi. Puluhan mahasiswa dan aktivis memasang tenda serta membentangkan spanduk sebagai bentuk perlawanan terhadap revisi UU TNI. Di sisi lain, kelompok massa juga melakukan aksi serupa di depan gedung parlemen dengan tuntutan yang sama: menolak revisi UU TNI.

“Demokrasi Telah Mati di DPR”

Salah satu aktivis yang turut berunjuk rasa, Wilson, dari organisasi Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI), menyebut pengesahan revisi UU TNI sebagai “kematian demokrasi” di tangan DPR.

“Esensi demokrasi adalah militer tidak boleh berpolitik. Militer seharusnya hanya mengurus pertahanan negara, bukan terlibat dalam pemerintahan,” tegas Wilson. Ia juga menuduh bahwa partai-partai di DPR telah bersekongkol dengan Presiden Prabowo dalam upaya mereduksi demokrasi yang telah diperjuangkan sejak Reformasi 1998.

Wilson menilai revisi ini merupakan puncak dari proses panjang yang perlahan mengembalikan militer ke dalam ranah politik dan pemerintahan, serupa dengan sistem Dwifungsi ABRI yang pernah diterapkan di era Orde Baru.

Mahasiswa Siapkan Gelombang Aksi

Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di beberapa kota telah menyatakan kesiapan mereka untuk turun ke jalan guna menentang revisi UU TNI. Mereka menilai perubahan dalam undang-undang ini membuka celah bagi perwira aktif TNI untuk kembali menduduki jabatan di berbagai lembaga sipil, sebuah langkah yang mereka anggap sebagai ancaman bagi demokrasi.

Di sisi lain, para anggota DPR yang mendukung revisi ini berpendapat bahwa perubahan tersebut justru bertujuan untuk memperkuat profesionalisme TNI dan memastikan institusi militer tetap berada dalam koridor yang sesuai dengan hukum.

Tiga Pasal Krusial yang Direvisi

Dalam pengesahan revisi UU TNI ini, ada tiga pasal utama yang mengalami perubahan:

  1. Pasal 7 – Menambah cakupan tugas pokok TNI dalam operasi militer selain perang (OMSP) dari 14 menjadi 16 tugas, termasuk peran dalam pertahanan siber dan perlindungan warga negara di luar negeri.
  2. Pasal 47 – Memperluas peluang bagi perwira TNI aktif untuk menduduki jabatan di kementerian dan lembaga, dari 10 menjadi 14 posisi.
  3. Pasal 53 – Memperpanjang masa dinas keprajuritan, dengan perwira dapat berdinas hingga usia 60 tahun.

Meskipun pemerintah dan DPR mengklaim bahwa revisi ini tetap berlandaskan pada prinsip demokrasi dan supremasi sipil, penolakan dari mahasiswa, akademisi, dan aktivis prodemokrasi terus menguat.

Gelombang aksi protes diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan, menandakan bahwa perdebatan mengenai revisi UU TNI masih jauh dari kata usai.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tim PERSEJASI Mimika Bawah Nama Papua di Liga Nasional Yang Digelar Oktober 2026 

6 September 2026 - 14:12 WIB

20260904

Batu di Badan Jalan Berujung Kecelakaan Tunggal di Pasar Lama Timika

6 September 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260906 WA0000

Indonesia Diminta Tingkatkan Kewaspadaan, Aktivitas Sejumlah Gunung Api Terus Dipantau

6 September 2026 - 11:32 WIB

6a9c1de50d696

KNPI Mimika: KONI Distrik Harus Jadi ‘Mata dan Telinga’ untuk Temukan Talenta Atlet dari Kampung

5 September 2026 - 13:54 WIB

20260905

Dari Kampung Untuk Mimika, KONI Distrik Mimika Barat Tengah Siap Cetak Atlet Berprestasi

5 September 2026 - 13:33 WIB

IMG 20260905 223248
Trending di Headline