Menu

Mode Gelap
Percepat Respons Negara, Anggota Dewan Papua Tengah Temui DPD RI Bawa Aspirasi Lintas Sektor Mendagri dan Komite I DPD RI Evaluasi Isu Strategis Daerah: Fokus pada Kesiapan Fiskal DOB dan Percepatan Pembangunan Papua Natalius Pigai Bertekad Jadikan Indonesia Presiden Dewan HAM PBB, Targetkan Perubahan Tatanan Dunia Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana

Headline

Tuan Tanah Papua Terpinggirkan dalam Peresmian Smelter Freeport?

adminbadge-check


					Foto : Istimewa Perbesar

Foto : Istimewa

MIMIKA –  Peresmian produksi Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur, pada Senin (17/3/2025) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Namun, perwakilan dari Papua, khususnya Gubernur Papua Tengah, Bupati Mimika, dan tokoh adat, tampaknya tidak hadir dalam acara tersebut.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya hilirisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Smelter Gresik disebut sebagai yang terbesar di dunia, mampu mengolah 3 juta ton konsentrat per tahun menjadi 50 ton emas. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyatakan bahwa produksi tahun 2025 ditargetkan mencapai 32 ton emas dan meningkat menjadi 50 ton di tahun berikutnya.

Namun, ketidakhadiran perwakilan Papua menimbulkan pertanyaan mengenai keterlibatan masyarakat asli dalam pengelolaan sumber daya mereka. Isu ini semakin relevan jika dikaitkan dengan jumlah pekerja asli Papua yang bekerja di smelter tersebut. Undangan kepada pejabat dan tokoh adat Papua seharusnya menjadi bentuk penghormatan atas peran mereka sebagai pemilik tanah di mana tambang Grasberg beroperasi.

Peristiwa ini menjadi refleksi bagi PTFI dan Pemerintah Pusat agar lebih inklusif dalam melibatkan masyarakat Papua dalam setiap tahap pengelolaan sumber daya alam. Ke depan, diharapkan ada langkah konkret untuk meningkatkan keterlibatan dan kesejahteraan masyarakat Papua dalam industri yang berakar dari wilayah mereka.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Percepat Respons Negara, Anggota Dewan Papua Tengah Temui DPD RI Bawa Aspirasi Lintas Sektor

13 Desember 2025 - 01:23 WIB

Serakah aspirasi ke dpd

Workshop Penguatan Dekranasda dan Pelatihan Kerajinan Mimika Resmi Bergulir

12 Desember 2025 - 13:44 WIB

Img 20251212 wa0099

Akhir Tahun Penuh Kepedulian: TP-PKK Mimika Gelar Layanan Kesehatan dan Berbagi Kasih di Posyandu Kasana

12 Desember 2025 - 13:35 WIB

Img 20251212 wa0106

Kakanwil Kemenag Papua Audiensi dengan Gubernur, Bahas Dukungan Program Keagamaan hingga Rencana Embarkasi Haji

12 Desember 2025 - 13:29 WIB

Img 20251212 wa0058

Ditjen Bimas Kristen dan Katolik Gelar Festival Kasih Nusantara Bersama Kemenag di TMII 

12 Desember 2025 - 13:12 WIB

Img 20251212 wa0045
Trending di Headline