Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Tuan Tanah Papua Terpinggirkan dalam Peresmian Smelter Freeport?

adminbadge-check


					Foto : Istimewa Perbesar

Foto : Istimewa

MIMIKA –  Peresmian produksi Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur, pada Senin (17/3/2025) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Namun, perwakilan dari Papua, khususnya Gubernur Papua Tengah, Bupati Mimika, dan tokoh adat, tampaknya tidak hadir dalam acara tersebut.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya hilirisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Smelter Gresik disebut sebagai yang terbesar di dunia, mampu mengolah 3 juta ton konsentrat per tahun menjadi 50 ton emas. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyatakan bahwa produksi tahun 2025 ditargetkan mencapai 32 ton emas dan meningkat menjadi 50 ton di tahun berikutnya.

Namun, ketidakhadiran perwakilan Papua menimbulkan pertanyaan mengenai keterlibatan masyarakat asli dalam pengelolaan sumber daya mereka. Isu ini semakin relevan jika dikaitkan dengan jumlah pekerja asli Papua yang bekerja di smelter tersebut. Undangan kepada pejabat dan tokoh adat Papua seharusnya menjadi bentuk penghormatan atas peran mereka sebagai pemilik tanah di mana tambang Grasberg beroperasi.

Peristiwa ini menjadi refleksi bagi PTFI dan Pemerintah Pusat agar lebih inklusif dalam melibatkan masyarakat Papua dalam setiap tahap pengelolaan sumber daya alam. Ke depan, diharapkan ada langkah konkret untuk meningkatkan keterlibatan dan kesejahteraan masyarakat Papua dalam industri yang berakar dari wilayah mereka.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lima Tahun Melangkah Bersama: TK Santa Theresia Keniapa Wisudakan Angkatan Kelima, Selempang dan Tongkat Jadi Simbol Kesiapan Menuju Masa Depan

7 Juni 2026 - 10:14 WIB

IMG 20260607 WA0053

Ledakan di Kawasan Bekas Markas TPNPB-OPM di Kampung Toemalo Tewaskan Satu Warga 

7 Juni 2026 - 10:08 WIB

IMG 20260607 WA0194

Pemkab Mimika dan PTFI Tutup Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Sinergi Kunci Wujudkan Lingkungan Berkelanjutan

7 Juni 2026 - 10:05 WIB

IMG 20260607 WA0046

Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026 Dorong UMKM Papua Tingkatkan Kualitas dan Daya Saing Produk

7 Juni 2026 - 09:57 WIB

IMG 20260607 WA0032

Sosialisasi WHO 2026 Dorong UMKM Papua Percepat Sertifikasi Halal

7 Juni 2026 - 09:50 WIB

IMG 20260607 WA0030
Trending di Headline