Menu

Mode Gelap
Percepat Respons Negara, Anggota Dewan Papua Tengah Temui DPD RI Bawa Aspirasi Lintas Sektor Mendagri dan Komite I DPD RI Evaluasi Isu Strategis Daerah: Fokus pada Kesiapan Fiskal DOB dan Percepatan Pembangunan Papua Natalius Pigai Bertekad Jadikan Indonesia Presiden Dewan HAM PBB, Targetkan Perubahan Tatanan Dunia Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana

Headline

Dana Otsus Dikebiri, Gubernur Papua Tengah Desak Jakarta Kembalikan Hak Otsus Sepenuhnya

adminbadge-check


					Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Dalam rapat kerja (Raker) Komisi II DPR di Jakarta, Kamis (13/3/2025) Perbesar

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Dalam rapat kerja (Raker) Komisi II DPR di Jakarta, Kamis (13/3/2025)

JAKARTA – Kebijakan pemerintah pusat yang memotong dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk Papua menuai protes keras dari Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Dalam rapat kerja (Raker) Komisi II DPR di Jakarta, Kamis (13/3/2025), Meki menegaskan bahwa pemangkasan anggaran tersebut mengancam masa depan pembangunan di Tanah Papua.

“Otonomi Khusus itu seharusnya menjadi solusi, bukan sekadar janji. Tapi, bagaimana kami bisa maju jika dana Otsus, DAU, dan DAK dipangkas? Apa artinya Otonomi Khusus jika tidak ada dukungan finansial yang memadai?” tanya Meki dengan nada tegas.

Gubernur yang baru saja memimpin provinsi termuda di Papua ini menyampaikan keprihatinan mendalam atas kebijakan tersebut. Menurutnya, pemotongan dana akan menghambat program-program prioritas yang telah direncanakan sejak Pilkada 2024.

“Kami sudah berkomitmen untuk membangun Papua, tapi bagaimana bisa kami wujudkan itu jika anggaran terus dikurangi? Ini sangat miris,” ujarnya.

Meki juga membandingkan perlakuan pemerintah pusat terhadap Aceh dan Papua.

“Gubernur Aceh dilantik di Aceh, sementara kami harus ke Jakarta. Bahkan, akses transportasi di Aceh jauh lebih baik. Di Papua, untuk menjangkau daerah terpencil, kami harus bergantung pada pesawat dan helikopter. Tantangan kami jauh lebih besar,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa perbedaan perlakuan ini tidak hanya merugikan pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat Papua yang berharap pada pembangunan yang lebih merata.

“Kami meminta Komisi II DPR untuk memperjuangkan hak kami. Jangan biarkan Otonomi Khusus hanya jadi wacana tanpa implementasi nyata,” tegas Meki.

Dalam rapat tersebut, hadir pula Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan tiga gubernur lain dari Tanah Papua.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Percepat Respons Negara, Anggota Dewan Papua Tengah Temui DPD RI Bawa Aspirasi Lintas Sektor

13 Desember 2025 - 01:23 WIB

Serakah aspirasi ke dpd

Workshop Penguatan Dekranasda dan Pelatihan Kerajinan Mimika Resmi Bergulir

12 Desember 2025 - 13:44 WIB

Img 20251212 wa0099

Akhir Tahun Penuh Kepedulian: TP-PKK Mimika Gelar Layanan Kesehatan dan Berbagi Kasih di Posyandu Kasana

12 Desember 2025 - 13:35 WIB

Img 20251212 wa0106

Kakanwil Kemenag Papua Audiensi dengan Gubernur, Bahas Dukungan Program Keagamaan hingga Rencana Embarkasi Haji

12 Desember 2025 - 13:29 WIB

Img 20251212 wa0058

Ditjen Bimas Kristen dan Katolik Gelar Festival Kasih Nusantara Bersama Kemenag di TMII 

12 Desember 2025 - 13:12 WIB

Img 20251212 wa0045
Trending di Headline