Menu

Mode Gelap
Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum) Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah

Headline

Menteri Agama Rancang Kurikulum Cinta untuk Tanamkan Nilai Toleransi di Sekolah

adminbadge-check


					Menteri Agama Nasaruddin Umar Perbesar

Menteri Agama Nasaruddin Umar

JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar tengah menyusun konsep pembelajaran baru yang ia sebut sebagai Kurikulum Cinta. Konsep ini dirancang untuk memperkuat pemahaman siswa tentang pluralitas dalam beragama di Indonesia serta menanamkan nilai-nilai kasih sayang dan toleransi sejak dini.

“Kami menggagas sesuatu yang disebut dengan Kurikulum Cinta,” ujar Nasaruddin usai bertemu Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf di Gedung PBNU, Selasa (11/3/2025).

Menurutnya, kurikulum ini akan diajarkan langsung oleh para guru agama di sekolah-sekolah, dengan pendekatan yang menekankan pada penerimaan dan kecintaan terhadap keberagaman, bukan perbedaan yang justru memicu perpecahan.

“Para guru agama harus mengajarkan cinta kepada peserta didik, bukan menanamkan perasaan perbedaan apalagi kebencian,” tegasnya.

Nasaruddin menjelaskan bahwa pertemuannya dengan PBNU juga membahas konsep ini, sekaligus meminta pandangan dari organisasi keagamaan tersebut. Selain PBNU, Kurikulum Cinta juga akan dikonsultasikan dengan berbagai organisasi keagamaan lain, seperti Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), guna memastikan bahwa konsep ini bisa diterapkan di semua agama.

“Kami akan berdiskusi dengan seluruh ormas keagamaan agar kurikulum ini benar-benar mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi,” tambahnya.

Selain itu, Kementerian Agama juga berencana berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah guna memastikan implementasi Kurikulum Cinta berjalan dengan baik di sekolah-sekolah.

“Ini menyangkut para guru agama, jadi tentu harus ada koordinasi yang baik,” jelasnya.

Sebagai negara yang kaya akan keberagaman, Nasaruddin menegaskan bahwa moderasi beragama harus terus diperkuat. Menurutnya, Kurikulum Cinta akan menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga solidaritas kebangsaan dan mempererat persatuan di tengah keberagaman agama di Indonesia.

“Kita harus memiliki ikatan yang kuat yang mampu menjaga solidaritas kebangsaan dan keumatan di negeri ini,” tutupnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dilantik Jadi Ketua IK3M, Anton Welerubun Bersama Dua Raja Mengajak Warga Kei di Mimika Jaga Persatuan dan Nama Baik Leluhur 

8 Desember 2025 - 15:36 WIB

20251206 135728

Pemkab Mimika Kebut Penyusunan APBD 2026, OPD Diminta Percepat Rampungkan RKA

8 Desember 2025 - 14:20 WIB

20250923 103622

LBH Papua Tengah Desak Aparat Gelar Razia Senjata Tajam di Mimika Jelang Natal dan Tahun Baru

8 Desember 2025 - 14:04 WIB

Img 20251208 wa0126

Garda Terdepan Distribusi Energi, Awak Mobil Tanki Pertamina Patra Niaga Papua dan Maluku Tingkatkan Kehandalan dan Kewaspadaan

8 Desember 2025 - 13:51 WIB

Img 20251208 wa0102

Ketua BMA Papua Tengah Ajak Warga Jaga Kamtibmas Jelang Hari HAM Sedunia

8 Desember 2025 - 13:43 WIB

Img 20251208 wa0118
Trending di Headline