PUNCAK JAYA – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, berencana memanggil dua pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya, yakni Yuni Wonda-Mus Kogoya (Paslon 1) dan Mireng Kogoya-Mendi Wonerengga (Paslon 2), untuk meredam konflik yang terjadi di wilayah tersebut.
Dalam beberapa waktu terakhir, perselisihan antara pendukung kedua paslon memicu ketegangan di Puncak Jaya, yang berujung pada korban jiwa, terganggunya aktivitas pendidikan, serta terganggunya kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Saya akan panggil kedua kandidat. Cukup orang meninggal, cukup anak-anak tidak bersekolah, cukup gereja tidak dibuka. Mulia (ibu kota Puncak Jaya) jangan sampai menjadi kota mati,” tegas Meki Nawipa dalam pernyataannya. Rabu, (12/03/2025).
Gubernur menekankan bahwa siapa pun yang terpilih sebagai Bupati Puncak Jaya adalah bagian dari kehendak Tuhan. Oleh karena itu, ia meminta agar semua pihak menghormati proses demokrasi dan mengutamakan perdamaian.
Sebagai langkah konkret, Meki Nawipa akan berkantor di Puncak Jaya selama tiga hari untuk melihat langsung dampak dari konflik ini. Selain itu, ia akan berdiskusi dengan Bupati terpilih guna menyusun langkah-langkah percepatan pembangunan dan pemulihan di Puncak Jaya.






