NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah akhirnya berhasil mempertemukan dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Puncak Jaya yang sebelumnya terlibat konflik. Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam meredakan ketegangan yang sempat memicu perselisihan di tengah masyarakat.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa seluruh pihak telah menyepakati perdamaian melalui diskusi yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Gubernur Papua Tengah, Kabupaten Nabire. Kesepakatan ini juga turut disaksikan oleh unsur pimpinan DPR Provinsi Papua Tengah.
“Puji Tuhan, semuanya sudah selesai. Kedua belah pihak telah menandatangani kesepakatan damai, dan kami berharap kondisi di Puncak Jaya kembali kondusif,” ujar Gubernur Nawipa, Senin (10/3/2025).
Dalam pertemuan tersebut, masing-masing pasangan calon bupati dan wakil bupati menyatakan komitmennya untuk meredam ketegangan di tingkat akar rumput. Kesepakatan ini diteken di atas materai Rp10.000, dengan harapan dapat menjadi dasar bagi upaya pemulihan sosial di wilayah tersebut.
Sebagai langkah lanjut, Gubernur Nawipa dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Puncak Jaya pada Selasa (11/3/2025). Ia akan bertemu langsung dengan masyarakat yang terdampak konflik, terutama mereka yang mengungsi akibat ketegangan politik.
“Kami akan memastikan mereka bisa kembali ke rumah dengan aman. Yang terpenting sekarang adalah membangun kembali kepercayaan dan memastikan stabilitas,” tambahnya.






