NABIRE– Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa dan Deinas Geley, resmi tiba di Nabire, ibu kota provinsi, untuk menjalankan tugas pemerintahan pada Rabu (5/3/2025). Kedatangan mereka disambut dengan ibadah syukur bersama Forkopimda dan masyarakat setempat.
Namun, sebuah video yang beredar di media sosial, diunggah oleh akun TikTok @awaskokenajubi, menyoroti momen yang cukup mengundang perhatian. Dalam rekaman tersebut, terlihat Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah sedang makan bersama di Rumah Jabatan (Rujab), tetapi tidak menggunakan piring, melainkan penutup rantang plastik sebagai alas makanan.
Pemilik akun menuliskan keterangan yang mempertanyakan kondisi rumah jabatan tersebut. “Sangat memprihatinkan, rumah jabatan Gubernur Papua Tengah tidak disediakan piring makan, tempat tidur, dan lainnya. Apakah pejabat sebelumnya memang tidak pernah membeli peralatan makan, atau sengaja mengangkat semua?”
Dalam video itu, pasangan MEGE masih mengenakan pakaian putih saat menikmati hidangan keladi dan daging di meja makan. Wakil Gubernur Deinas Geley, meskipun tersenyum, tidak menutupi rasa kecewanya.
“Kami bersyukur atas kemenangan ini, tetapi di rumah jabatan ini ada sedikit kekecewaan. Kami hendak makan, tetapi tidak ada piring, tidak ada sendok. Ini buktinya,” ujar Deinas sambil menunjukkan makanan mereka. Ia juga menyampaikan kritik kepada Anwar Harun Damanik, Pj Gubernur sebelumnya.
“Dimanakah hati yang kecil untuk menyiapkan piring dan sendok? Harganya tidak seberapa, tetapi ini soal kesiapan. Kenangan ini tak akan kami lupakan,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Meki Nawipa memilih untuk tidak banyak berkomentar. “Tidak ada tanggapan, makan saja,” ucapnya singkat.
Sebelumnya, rumah jabatan tersebut pernah digunakan sebagai rumah dinas Sekda Kabupaten Nabire, lalu beralih fungsi menjadi kantor KONI Papua Tengah, sebelum akhirnya menjadi rumah dinas Pj Gubernur Papua Tengah yang ditempati oleh Dr. Ribka Haluk dan kemudian Anwar Harun Damanik.
Kondisi rumah jabatan yang minim fasilitas ini pun menuai sorotan publik, mempertanyakan bagaimana transisi pemerintahan berlangsung dan siapa yang bertanggung jawab atas kesiapan rumah dinas bagi pemimpin baru Papua Tengah.






